Setahun di Penjara Suci

Ya, sekarang kuputuskan untuk merombak ulang blog-ku ini. Kali ini, kucoba untuk menulis apapun yang muncul di benakku.

8 Juli 2017, tanggal yang amat sangat bersejarah, tanggal di mana kumulai cerita panjangku bersama 117 orang dari seluruh penjuru Indonesia. Di titik ini, kurobek kertas-kertas yang sudah dihiasi kenangan indah pada buku kehidupan, lalu kusimpan, dan memulai kehidupanku yang baru. SELAMAT DATANG DI PENJARA SUCI, MAN INSAN CENDEKIA GORONTALO. Di sini, aku mulai mengenal banyak orang, banyak daerah, banyak budaya, banyak karakteristik. Banyak pelajaran yang dapat di ambil di sini. Kejujuran, tanggung jawab, manajemen waktu, kerja keras, do’a, kebersamaan, tolong menolong, dan masih banyak lagi.

Akhir Juli 2017, aku mulai menjadi anggota X MIA 1. Kelas yang sudah menemani tahun pertamaku di sini. Walaupun kebanyakan orang berpikir bahwa kelas kami garing, aku bisa menerima apa adanya. Sekitar awal Agustus, kami berunding untuk menentukan nama kelas, dan diperolehlah nama PACOOCI. Nama yang aneh? Ya, pastinya. Kami mencoba mencari nama yang aneh dan unik agar tidak terlalu “garing”.

Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester, bahkan Semester Pendek telah berlalu. Nama angkatan belum dibuat, walaupun Ketua angkatan kami, angkatan 21, sudah diangkat. Di sisi lain, pensi sudah dekat. Panitia sudah dibentuk. Akan tetapi, sesuai tradisi sebelum-sebelumnya, nama angkatan diumumkan di pensi perdana.

Akhir Januari 2018, nama angkatan sudah ada, tetapi belum fix. Sebelumnya, tiga nama telah diajukan, antara lain:

  1. Davirenzee
  2. Hydefion
  3. Alpharenscher (kalo gak salah :’v )

Ketiga nama tersebut memiliki filosofi yang berbeda-beda, dan ketiga filosofi tersebut disatukan dalam satu nama, Lunarseva. Masih banyak kritikan, sih. Akan tetapi, pada akhirnya nama inilah yang menjadi nama resmi angkatan kami.

3 Februari 2018, Pensi 1 diadakan. Bagi kami, mungkin seperti perjuangan hidup dan mati. Kami berusaha menampilkan yang terbaik demi nama baik angkatan, dan di tengah pensi tersebut, ada suatu kejadian yang membuat hampir semua dari kami kecewa. Akan tetapi, begitulah kehidupan. Pasti ada saja yang mengecewakan.

Akhirnya pensi 1 berakhir. Walaupun tidak semua penampilan berhasil ditampilkan, kami tetap mengumumkan nama kami, Lunarseva. Sejak malam itu, kami beralih nama dari “XXI Batch” atau “Twenty-one Generation” menjadi “Lunarseva”. Di keesokan harinya, Sang Ketua, Iqbal, mengadakan ta’aruf (tetapi akan diulang karena banyak yang tidak ikut) sambil membersihkan bekas-bekas pensi kemarin.

28 Februari 2018, mungkin bukan hal yang penting bagi angkatan, tapi sangat berarti bagi kami anggota OTMIC (Olympiad Team of MAN Insan Cendekia Gorontalo). Olimpiade Sains Kabupaten sudah di depan mata. 27 perwakilan madrasah siap bertempur. Saatnya menunjukkan usaha kami selama pemusatan sepuluh hari. Ups, usaha kami tidak secepat itu. Usaha kami bukan sejak pemusatan, tapi jauh-jauh sebelum pemusatan. Mungkin ada yang dimulai sejak semester genap, atau mulai sejak seleksi pertama, atau mulai masuk IC, atau mungkin bahkan sebelum menginjakkan kaki di madrasah ini.

OSK berakhir. KBM tinggal dua hari menuju Penilaian Tengah Semester. Kami menghadapi banyak ujian susulan, banyak tugas susulan, intinya semua serba susulan. Bahkan karena banyak yang belum siap, kami juga susulan beberapa mapel di PTS. Hingga akhirnya mereda, mereda, dan akhirnya kami bisa mengikuti pembelajaran dengan normal.

Ada yang datang, ada juga yang pergi. Saat kami mulai membiasakan diri kembali di kelas, beberapa yang lain keluar untuk berjuang di bidang lain, MTQ. Alhamdulillah, mereka membuahkan hasil yang baik, dan sebagian besar bisa melanjutkan di tingkat Provinsi.

Lantas bagaimana dengan OSK kami? Sayangnya, ada satu yang belum bisa lolos untuk tahun ini. Semoga tahun selanjutnya bisa lolos sampai Provinsi atau bahkan sampai Nasional.

17-19 April 2018, 26 dari kami melanjutkan perjuangan kami. Beberapa bahkan ada yang mengikuti pelatihan di Pulau Jawa untuk mempersiapkan momen menegangkan ini. Kami banyak mendapatkan dukungan. Ini adalah penentuan siapakah yang dapat menjadi delegasi Gorontalo di Olimpiade Sains Nasional di Padang. Salah satu ketentuan dari pusat ialah “maksimal perwakilan sekolah per bidangnya dua orang”. Itu artinya, paling sedikit delapan delegasi madrasah tersisih. Akan tetapi, bukan artinya perjalanannya selesai. Masih banyak cara untuk berprestasi selain dari OSN, dan untuk kami yang masih menjalani tahun pertama di sini, masih ada tahun depan.

26 April 2018, di saat kami menanti-nanti hasil OSP, perwakilan MTQ Kabupaten Bone Bolango mulai berangkat ke Kabupaten Boalemo. Selama sepekan (28 April –  5 Mei) mereka berjuang, dan pada akhirnya dua tim Fahmil Qur’an bisa meraih juara 1. Beberapa peserta kaligrafi juara 2, dan tim Syarhil Qur’an Akhwat serta Makalah juara 3. Peraih juara 1 sudah dapat dipastikan menjadi delegasi Gorontalo di MTQ Nasional di Medan, sedangkan yang juara 2 belum ada kepastian.

5 Mei 2018, Kakak kami, Safradiza, mencapai dermaga impiannya. Kami dan Valzartafin akan melanjutkan pelayaran tanpa mereka. Mungkin ini bagian paling mengharukan dari tahun pertamaku.

7 Mei 2018, kami menghadapi PAS genap. Semoga semua bisa lanjut studi di sini, aamiiin

8 Mei 2018, kami diberitahu bahwa kami akan ikut KSM tingkat Kabupaten. Berbeda dengan tahun lalu ketika IC lawan IC, madrasah lain lawan madrasah lain, tahun ini kami harus menghadapi mereka semua, IC lain dan madrasah lain. Kami punya waktu pemusatan tiga hari (9-11 Mei). Itulah sebabnya kenapa saya bisa menulis ini di sini (hehe, ‘kan jenuh juga belajar terus, kami ‘kan bukan robot)

9 Mei 2018, hari pertama penggunaan laptop pemusatan KSM. Aku dapatkan pengumuman peserta OSN dari internet (memang sesuai rencana hehe). Alhamdulillah, semua bidang ada ICG-nya (dih emang diembat semua sama icg, setidaknya biologi tahun ini dari IC, gak kaya tahun lalu). Alhamdulillah juga ada empat perwakilan Lunarseva di Padang, dan salah satunya diriku sendiri (alhamdulillaah 😀 ). Ya, pada akhirnya sih juga diumumin di sore harinya, tapi setidaknya kutahu lebih dulu dari yang lain XD (btw pengumumannya tanggal 8 loh)

10 Mei 2018, aku menulis ini.

12 Mei 2018, KSM Kabupaten. Semoga bisa membanggakan nama madrasah..

Minggu depan, Selesai PAS! Pindah asrama (bisa jadi pindah kamar doang sih), dan semoga tidak ada yang SP. Kalaupun ada semoga dilancarkan. Amiin

9 Juni 2018, selamat tinggal Pacooci :’) selamat datang liburan!

1 Juli 2018, Welcome to Padang. Saatnya 14 dari kami berjuang kembali.

— TAMAT–

[Tambahan]
14 Juli 2018, Welcome to Holy Jail, 22nd Batch! 

 

 

Iklan